Mengenal Teknologi Yamaha VVA pada R15, Aerox 155, dan NMAX

Mengenal Teknologi Yamaha VVA pada R15, Aerox 155, dan NMAX

Mengenal Teknologi Yamaha VVA pada R15, Aerox 155, dan NMAX – Yamaha selalu memberi sentuhan teknologi yang membuat konsumen puas. Salah satunya dengan menggunakan teknologi VVA (variable valve actuation) pada Yamaha NMAX, Aerox 155 dan R15. Meskipun sama-sama menggunakan teknologi VVA, namun ternyata VVA yang dipakai pada R15 dan NMAX serta Aerox 155 berbeda. Apa saja perbedaannya?

Pengertian Teknologi VVA

Sebelum mengenal perbedaannya, simak dahulu pengertiannya. VVA adalah teknologi yang sengaja dirancang untuk mempertahankan performa mulai dari putaran atas hingga putaran bawah. Fungsinya menjaga tenaga dan torsi tetap maksimum dalam setiap putarannya. VVA hadir agar motor dapat selalu dapat dipacu dengan kecepatan tinggi namun tetap nyaman dikendarai pada berbagai jenis medan.

Sistem Kerja Teknologi VVA

VVA akan menyuplai bahan bakar lebih banyak ketika kecepatannya makin tinggi. sistem pengaturan pada selenoid memungkinkan hal ini terjadi. Selanjutnya, ECU (electronic control unit) akan memerintahkan mesin untuk membuka asupan bensin ke bagian pembakaran.

Pembacaan oleh ECU ini akan membuat lift valve ikut berubah dan menambah tenaga motor saat berada pada putaran atas. Kehadiran VVA ini merupakan solusi untuk putaran yang tidak bertenaga baik itu putaran atas maupun putaran bawah. Biasanya motor yang baik pada putaran bawah, maka akan payah pada putaran atas dan juga sebaliknya.

Pada sistem VVA terdapat dua klep yang disatukan yaitu intake dan exhaus. Klep yang ada pada NMAX berjumlah total 4 buah yaitu 3 untuk intake dan satu untuk exhaus. VVA-nya terletak pada klep intake. Pada saat motor berada pada putaran atas atau bawah, kecepatannya akan tetap tinggi.

Mengenal Teknologi Yamaha VVA pada R15, Aerox 155, dan NMAX
Mengenal Teknologi Yamaha VVA pada R15, Aerox 155, dan NMAX

Perbedaan Teknologi Yamaha VVA R15, Aerox 155, dan NMAX

VVA R15

– VVA bekerja pada mesin setelah berada pada putaran 7.400 rpm.

VVA Aerox dan NMX

– VVA akan bekerja setelah motor menempuh putaran 6.000 rpm.

VVA Plus SOHC

Teknologi VVA ini tidak sendiri, ia juga disandingkan dengan SOHC (Single Over Head Camshaft). Perpaduan ini akan menjaga tenaga serta torsi agar tetap maksimal pada setiap jenis putaran.

Kelebihan itu juga yang membuat Yamaha tetap mempertahankan tipe mesin SOHC ketimbang DOHC. Double Over Head Camshaft dirasa kurang tepat jika bersanding dengan VVA karena karakteristiknya tidak sesuai.

Sistem VVA merupakan inovasi hebat yang membuat konsumen tersenyum lebar. Motor yang cepat dan hemat bahan bakar dapat dimiliki. Selama ini, jika motor dapat melaju cepat tentu boros memakai bahan bakar. Tetapi berkat sistem ini Anda tidak perlu lagi sering mengisi bahan bakar. Yamaha R15 juga tengah menjadi motor sport yang tidak boros bahan bakar. Demikian informasi mengenai teknologi Yamaha VVA. Semoga bermanfaat ya.

 

 

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

phone sms wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 081310393911 bbm Invite Pin BBM kami : D9C3F9D5