6 Komponen Sensor dalam Teknologi Motor Injeksi Yamaha
6 Komponen Sensor dalam Teknologi Motor Injeksi Yamaha – Bagi Anda yang awam otomotif dan bukan seorang mekanik, memahami mekanisme kerja motor akan sangat sulit. Supaya tidak salah mengerti dan salah pilih terhadap motor yang akan dibeli, lebih baik mengenalinya secara baik. Apalagi dalam memilih motor berteknologi karburator atau injeksi. Yamaha dengan mottonya “Semakin di Depan”, ikut meramaikan teknologi motor injeksi. Teknologi motor injeksi Yamaha tidak bisa dianggap remeh karena dilengkapi dua komponen handalannya, yaitu sensor dan actuator. Pada artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang komponen sensor yang dimiliki oleh Yamaha sebagai salah satu produsen motor yang patut diperhitungkan keberadaannya.

Komponen sensor itu sendiri dalam teknologi injeksi terdiri dari Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Pressure Sensor (IAPS), Intake Air Temperature Sensor (IATS), Crankshaft Position Sensor (CPS), Coolant Oil/Temperature Sensor, dan Oxygen Sensor.
- Throttle Position Sensor (TPS)
Throttle Position Sensor diibaratkan seperti otak pada sistem tubuh manusia. Fungsinya membaca gerakan throttle atau grip gas. Sensor gerak pada sistem motor injeksi, selalu diawasi oleh TPS. Sama dengan otak pada manusia yang selalu memonitor gerak tubuh dan sistem kerja apa saja yang terjadi pada tubuh, begitu pulalah Throttle Position Sensor berfungsi.
- Intake Air Pressure Sensor (IAPS)
Intake air Pressure Sensor berfungsi untuk membaca tekanan udara yang masuk. Hal ini menggambarkan beban kerja di mesin berdasarkan tekanan udara di manifold. Jika dianalogikan dengan sistem tubuh pada manusia, IAPS ibaratkan tekanan darah pada manusia yang dapat berubah-ubah sesuai dengan aktivitas yang dilakukan.
- Intake Air Temperature Sensor (IATS)
IATS berfungsi untuk membaca temperatur udara pada intake manifold. Suhu atau temperatur berpengaruh terhadap kandungan oksigen di udara, serta berpengaruh pada kerapatan udara. IATS diibaratkan seperti sistem pernapasan manusia yang dapat menyesuaikan diri ketika suhu udara berubah.
- Crankshaft Position Sensor (CPS)
Mendeteksi siklus 4 langkah mesin dan menentukan waktu pengapian serta waktu semprotan bahan bakar dari injektor. Selain itu, pada bagian luar magnet terdapat pick up yang bersentuhan langsung dengan CPS yang dapat membaca posisi piston sedang di atas atau di bawah.
- Coolant Oil/Temperature Sensor
Coolant Oil berfungsi untuk mengukur suhu mesin. Menginformasikan tentang perubahan suhu panas atau dingin. Coolant oil diibaratkan tubuh manusia yang bisa merasakan perubahan panas dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Begitu jugalah sistem kerja coolant oil menginformasikan tentang perubahan suhu sehingga dapat bereaksi sebagaimana suhu yang diterima misalnya ketika menyalakan warning light di speedometer ketika mesin overheating.
- Oxygen Sensor
O2 Sensor berfungsi untuk mengecek kandungan oksigen di udara dengan kandungan oksigen yang dihasilkan proses pembakaran. O2 Sensor ini seperti program diet yang dilakukan manusia. Untuk mencapai berat badan ideal, harus makan dengan gizi seimbang. Tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan, begitulah jika oksigen yang dihasilkan berlebihan maka akan dikurangi begitupun sebaliknya.
Demikianlah enam teknologi motor injeksi Yamaha, memberi warna baru dalam dunia otomotif. Dan ke depannya Yamaha akan selalu berinovasi untuk semakin di depan.
Hello, i think that i saw you visited my blog so i came to
“return the favor”.I’m attempting to find things to enhance my
site!I suppose its ok to use some of your ideas!!