Peningkatan dari Adanya Teknologi Low Friction Yamaha
Sekilas Tentang Teknologi Low Friction
Peningkatan dari Adanya Teknologi Low Friction Yamaha – Teknologi low friction Yamaha merupakan salah satu upaya Yamaha menghadirkan inovasi dalam setiap produknya. Teknologi low friction adalah teknologi yang memungkinkan rendahnya tingkat gesekan dalam mesin motor. Dalam teknologi low friction terjadi mekanisme sedemikian rupa sehingga mampu memperkecil hambatan tenaga. Akiabtnya tenaga mesin motor akan lebih optimal. Gesekan pada mesin bisa menurunkan kemampuan laju mesin. Teknologi low friction menggunakan forged piston yang memiliki daya tahan tinggi tetapi tetap ringan sehingga bisa menghasilkan tenaga mesin lebih besar dan motor lebih mudah berakselerasi.
Salah satu motor yang telah mengaplikasikan teknologi low friction Yamaha adalah All New Jupiter Z1. Motor ini lebih disukai masyarakat karena performance motornya meningkat 20 persen sebagai efek mengaplikasi dan mengadopsi teknologi motor balap YZ crankshaft technology. Ciri utamanya adalah adanya low friction technology dan forged piston.
Yamaha All New Jupiter Z1 makin canggih dengan teknologi low friction. Teknologi fuel injectionnya semakin sempurna dengan adanya teknologi yang meminimalisir gesekan. Tidak mengherankan jika Yamaha All New Jupiter Z1 dikenal sebagai motor high performance dengan akselerasi lebih responsif dan canggih serta tangguh di berbagai medan. Kemampuan Yamaha All New Jupiter Z1 ini bisa dilihat pada akselerasi responsif dalam berbagai kondisi, baik itu low-middle maupun high performance.

Ciri Khas Teknologi Low Friction Yamaha
Aplikasi teknologi low frictionnya terbukti mampu menyulap motor canggih dan performance mumpuni. Pada motor yang mengaplikasikan teknologi low friction terdapat beberapa ciri khusus. Aplikasi roller rocker arm adalah salah satu ciri teknologi canggih ini. Dengan adanya roller pada rocker arm seperti yang diaplikasikan pada Yamaha Jupiter Z1 dan V-ixion maka gesekan antara noken as dan rocker arm akan lebih minimal.
Teknologi low friction juga dapat dikenali dari adanya sistem kelistrikan yang memanfaatkan model AC/DC open circuit. Model pelistrikan ini bekerja dengan cara cut off pada sistem pengisian dan bekerja ketika suplai arus listrik ke acki sudah penuh. Hal ini berbeda dengan sistem kelistrikan pada model motor yang belum mengaplikasikan teknologi low friction. Pada motor generasi sebelimnya ketika aki sudah penuh maka arus listrinya dibuang. Pada sistem baru sebenarnya magnet tetap memproduksi arus listrik untuk proses charging. Namun arus tersebut benar-benar diputus sehingga magnet tidak terlalu menjadi beban bagi kruk as. Sebagai hasilnya mesin akan menjadi lebih efisien.
Teknologi low friction memungkinkan aki motor jadi lebih awet dan tidak mudah rusak akibat iver charging. Dalam motor juga mampu meminima;isir gesekan dari fuel pump sebab pompa bensinnya sudah menggunakan tipe brushless yang mampu bekerja dengan arus listrik lebih kecil.