Yuk Buka-bukaan tentang Teknologi Yamaha R25
Yuk Buka-bukaan tentang Teknologi Yamaha R25 – Yamaha tidak henti-hentinya berinovasi. Seperti saat mengeluarkan YRF R25 pada 2014 silam. Yamaha tidak hanya membekali motor sport 250 cc ini dengan tampang keren, tetapi juga segudang teknologi baru yang istimewa. Diharapkan R25 ini dapat memenuhi keinginan konsumen akan motor sport keren, tapi irit bensin.
Tagline yang dipakai sebagai jargon R25 cukup membuat para konsumen berharap banyak yaitu Superbike You Can Ride Everyday. Berkat lahirnya R25 ini, siapa pun Anda dapat menikmati motor sport ala GP yang murah, namun tetap bergaya.
Teknologi Yamaha R25

Downdraft Intake Manifold
Untuk intake manifoldmya, Yamaha menggunakan downdraft intake manifold. Udara yang masuk vertikal ke dalam ruang bakar nyaris tanpa hambatan sehingga lebih efisien.
Throttle Body
Throttle body yang digunakan Yamaha adalah berdiameter 32 mm sehingga suplai udara lebih optimal.
Progessive Shape Pulley
Puli pada throttle body ini juga lebih progesif. Bentuknya lonjong sehingga output powernya lebih halus. Ini disebabkan bukaan katupnya tidak bersamaan dengan bukaan pada gas.
Injektor
Ada 12 lubang injektor yang membuat partikel bahan bakar menjadi halus.
DOHC (Double Over Head Camshift)
DOHC R25 dibekali dengan klep direct drive camshaft. Klep intake dan exhause-nya terpisah sehingga klep jenis ini lebih responsif dengan derajat kemiringan yang dapat diperkecil. Hal ini bertujuan supaya rasio kompresi dapat naik (11,6:1). Sistem ini disebut High RPM Engine.
Half Nut Tensioner
Bagian ini dapat menjaga kekencangan rantai keteng juga untuk menyerap gaya ketika mesin R25 ini sedang mengalami rpm tinggi.
Diasil Cylinder dan Forged Piston
Forged piston merupakan penyempurnaan dari piston konvensional. Kelebihannya, lebih awet, suara halus, suhu muai lebih tinggi, tahan terhadap goresan, bobotnya lebih ringan, mampu mencegah piston macet, dan membuat kinerja mesin optimal.
Sementara itu, diasil cylinder merupakan silinder yang terbuat dari campuran alumunium dan silikon. Kelebihannya, mempunyai kemampuan pendinginan yang lebih baik, tidak mudah aus, ramah lingkungan (dapat didaur ulang), bobotnya ringan, suara yang dihasilkan lebih halus, dan awet.
i-shaft Balancer
Teknologi ini membuat mesin motor R25 menjadi lebih kompak dan bobotnya lebih enteng. Disebut-sebut, teknologi inilah yang menjadi rahasia di balik ketangguhan R25.
Stang Piston
Yamaha paham betul bahwa motor sport harus ditunjang dengan bagian stang yang kuat. Oleh karena itu, pada bagian piston stang ini dibuat dengan teknik pemanasan dan pendinginan.
Deep – Bottom Oil Pan
Sudah pasti teknologi ini diadopsi dari MotoGP dan diperuntukkan bagian crankcase. Tujuannya, agar ketika motor dalam keadaan menikung, udara tidak ikut terisap.
Bukan Yamaha namanya kalau tidak memberikan kepuasan pada konsumen dengan motor keren plus teknologi hebat. Demikian beberapa teknologi Yamaha R25 yang dapat kita bahas. Semoga bermanfaat.